Musrenbang Kabupaten Demak Tahun 2017

DEMAK – Selasa (4/4) bertempat di pendopo Kabupaten, Pemerintah Kabupaten Demak menyelenggarakan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tahun 2017 dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) tahun 2018. Kegiatan musrenbang mengetengehkan tema “Terwujudnya Good Governance dan Reformasi Birokrasi Dalam Mendukung 16 Program Unggulan Dan Penguatan Perekonomian Daerah”. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Bupati HM.Natsir, Wakil Bupati Drs.Joko Sutanto, Sekda Dr.Singgih Setyono, M.Kes, Asisten Sekda, jajaran Forkopimda dan kepala OPD se-Kabupaten Demak. Hadir pula dalam acara tersebut Kepala UPP IPTEK IN Bappeda Provinsi Jawa Tengah Hatta Hatnansya Yunus, S.STP, M.Si.

Kegiatan musrenbang diadakan sebagai lanjutan dari musrenbang desa dan musrenbang kecamatan yang sudah selesai dilaksanakan seluruhnya di Kabupaten Demak. Kegiatan musrenbang membahas kelanjutan pembangunan Kabupaten Demak satu tahun ke depan karena itu kegiatan tersebut bernilai strategis. Pada forum tersebut, semua peserta bermusyawarah dan merumuskan ide-ide tentang hal yang terbaik untuk diwujudkan nantinya. Semua itu memerlukan perenungan, pemikiran dan analisis lebih mendalam sehingga untuk perjalanan ke depan lebih terprogram dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Dalam merumuskan kebijakan pembangunan perlu memperhatikan potensi, segala perubahan yang terjadi dan kecenderungan-kecenderungan, baik dalam skala lokal, regional, maupun nasional, untuk menyiapkan rangkaian langkah antisipasinya.

Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan bahwa untuk menghadapi berbagai tantangan dari lingkungan eksternal perlu disikapi dengan langkah-langkah nyata berupa koordinasi dan komunikasi guna memperkuat proses perencanaan pembangunan daerah sehingga dapat dirumuskan perencanaan pembangunan daerah yang berkualitas dan berkompeten.

Bupati menegaskan“Kita harus cerdas menganalisa dan menjawab tantangan, serta memanfaatkan peluang sehingga RKPD 2018 bisa lebih berkualitas dan dapat menjadi acuan bagi masyarakat sehingga terwujud good governance yaitu tata kepemerintahan yang baik, bersih, akuntabel, efektif, dan efisien di Kabupaten Demak,”.

Pada kesempatan itu disampaikan pula program unggulan yang menjadi prioritas Bupati yaitu Gerakan Maghrib Matikan TV Ayo Mengaji, Demak Kabupaten Literasi, Demak Kabupaten Pramuka, Demak Kota Wali Ramah Investasi dan Demak Berbasis Infrastruktur.

Bupati juga menambahkan bahwa Kabupaten Demak masih mempunyai permasalahan yang menjadi prioritas penanganan yaitu kemiskinan dan pengangguran. Bupati mengharapkan agar penanganan kemiskinan dan pengangguran bisa dimasukkan dalam program kegiatan masing-masing OPD. Sehingga prosentase penduduk miskin di Kabupaten Demak dapat ditekan hingga mencapai 11,6 prosen pada tahun 2018. Demikian pula untuk pengangguran terbuka yang masih berada di angka 6,18 prosen dapat diturunkan menjadi 5,45 prosen.

”Kita masih memiliki Pekerjaan Rumah diantaranya adalah bagaimana meraih kembali Penghargaan Adipura yang pernah kita dapatkan tahun 1997 lalu. Pada  kesempatan ini saya mengajak untuk bersama-sama melakukan langkah strategis agar Penghargaan Adipura dapat kita raih di tahun ini”, tandas Bupati. *(media center)