Public Hearing Raperbup Penanggulangan Stunting

DEMAK – Lebih dari 1.313 jumlah posyandu yang ada di Demak diharapkan bisa menjadi salah satu solusi untuk menekan kasus anak balita stunting alias bertubuh pendek. Demikian diungkapkan Wakil Bupati Demak Drs. Joko Sutanto saat membuka secara resmi public hearing terhadap rancangan peraturan Bupati tentang Rencana Aksi daerah (RAD) penanganan stunting di Demak, Kamis (23/5).Lebih lanjut Wabup menjelaskan, selain penanganan stunting melalui intervensi spesifik yang dilakukan oleh sektor kesehatan seperti Posyandu, terdapat intervensi sensitif melalui kegiatan di luar sektor kesehatan seperti pembangunan akses kesehatan, penyediaan air minum yang layak, air bersih dan sanitasi, ketahanan pangan, peningkatan ekonomi, dan lain lain. “Intevensi sensitif ini mempunyai kontribusi sebanyak 70%,” katanya.


Kepala BAPPEDA LITBANG Kabupaten Demak Drs. Taufik Rifai, M.Si. menyampaikan, stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis terutama pada 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).Menurutnya, jumlah stunting di Kabupaten Demak pada februari 2019 mencapai 4,25% dengan jumlah balita 4.129 anak. Hal itu dapat menghambat upaya peningkatan kesehatan masyarakat dan pembangunan kualitas sumber daya manusia. Sehingga penanganan stunting penting dilakukan dengan pendekatan multi sektor melalui sinkronisasi program dan kegiatan yang berdampak pada penurunan dan pencegahan stunting di Kabupaten Demak. “Tidak hanya ditangani Dinas kesehatan saja tetapi harus dikeroyok lintas sektoral,” tambahnya.Taufik juga menyampaikan, RAD penanganan stunting dilakukan terhadap 10 desa sasaran intervensi sensitif, yaitu desa Bumirejo Kecamatan Karangawen, Desa Kedungori Kecamatan Dempet, Gedangalas Kecamatan Gajah, Boyolali Kecamatan Gajah, Sambiroto Kecamatan Gajah, Kembangan Kecamatan Bonang, Betahwalang Kecamatan Bonang, Donorojo Kecamatan Demak, Guntur Kecamatan Guntur dan Sidomulyo Kecamatan Wonosalam. “RAD penanganan stunting dilaksanakan dalam waktu dua tahun yaitu tahun 2020 dan tahun 2021 masing-masing lima desa sasaran,” pungkasnya.

Kepala Bidang Pemerintahan Sosial dan Budaya Bappeda Litbang Kabupaten Demak Muh Muchlis, SE., M.Si. selaku penyelenggara mengatakan bahwa maksud diadakan kegiatan tersebut untuk memperoleh masukan dari stakeholder terkait RAD penanggulangan stunting di Kabupaten Demak sehingga RAD penanggulangan stunting dibuat lebih baik dan lebih sempurna.