RAPAT KERJA PENILAIAN KINERJA AKSI KONVERGENSI STUNTING PROVINSI JAWA TENGAH

Pada tanggal 20 – 21 Agustus 2019 bertempat di Hotel Syariah Jl. Adi Sucipto Kartasura Kab. Sukoharjo, Bappeda Litbang Kab. Demak, Dinkes Kab. Demak dan Dinpermades P2KB Kabupaten Demak mengikuti kegiatan Rapat Kerja Penilaian Kinerja Aksi Konvergensi Stunting yang dilaksanakan oleh Pemerintah Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

Rangkaian penilaian Kinerja Aksi Konvergensi Stunting dimulai dengan input laporan pelaksanaan melalui aplikasi Kementerian Dalam Negeri pada tanggal 31 s/d 16 Agustus, dilanjutkan dengan pameran pelaksanaan aksi Konvergensi stunting dan pemaparan pelaksanaan aksi konvergensi stunting aksi I sampai dengan IV dari 12 Kabupaten di Jawa Tengah yang merupakan lokus intervensi stunting (masuk dalam 100 Kabupaten / Kota Prioritas Nasional) dari Pemerintah Pusat, yaitu Kab. Cilacap, Kab. Banyumas, Kab. Purbalingga, Kab. Kebumen, Kab. Wonosobo, Kab. Brebes,  Kab. Klaten, Kab. Grobogan,  Kab. Blora, Kab. Demak, Kab. Pekalongan dan Kab. Pemalang.

Rapat Kerja dibuka oleh Kepala Bidang Pemerintahan, Sosial dan Budaya Bappeda Provinsi Jawa Tengah mewakili Kepala Bappeda Provinsi Jawa Tengah yang berhalangan hadir, dalam sambutannya mengatakan bahwa penilaian kinerja ini dimaksudkan untuk meninjau kemajuan pelaksanaan upaya penurunan stunting di Jawa Tengah, mengingat stunting sangat menentukan kualitas generasi di masa yang akan datang.

Para panelis  yang melaksanakan penilaian berasal dari Kementerian Dalam Negeri, Bappeda Provinsi Jawa Tengah, Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah dan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro Semarang. Secara umum 12 Kabupaten di Jawa Tengah tersebut sudah melaksanakan aksi konvergensi stunting, namun masih perlu ditingkatkan dengan melibatkan seluruh stakeholder baik dari unsure pemerintah maupun non pemerintah sehingga hasilnya diharapkan bisa lebih maksimal.