RAPAT KOORDINASI GUGUS TUGAS KABUPATEN LAYAK ANAK KABUPATEN DEMAK 2019

Pada hari kamis tanggal 17 Oktober 2019 Bappeda Litbang telah mengadakan Rapat Koordinasi Gugus Tugas Kabupaten Layak Anak Kabupaten Demak. Kegiatan ini dihadiri beberapa OPD terkait, Karang Taruna, Forum Anak Demak (FADEM), LSM Gapoera Demak, Kemenag Kabupaten Demak, Pengadilan Agama Demak, Pengadilan Negeri Demak, Tim Penggerak PKK Kabupaten Demak, IBI Kabupaten Demak, Rumah Sakit Pelita Anugerah, PDAM Kabupaten Demak, HIMPAUDI, Polres, Rutan Kabupaten Demak, Kajari kabupaten Demak, Komisi Penanggulangan AIDS Kabupaten Demak dan Sekretariat PPT Harapan Baru Kabupaten Demak.

Kegiatan ini bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan Kabupaten Layak Anak di Kabupaten Demak sekaligus memperbaiki kekurangan – kekurangan dalam pengisian kuesioner Kabupaten Layak Anak berdasarkan peran masing – masing stakeholder. Ada beberapa klaster diantaranya :

Pertama klaster Hak sipil dan kebebasan terdapat 45 kuesioner dengan rincian kuesioner anak mendapatkan akte dan KIA sebanyak 14 kuesioner, fasilitas layak anak sebanyak 15 kuesioner dan Lembaga partisipasi anak sebanyak 16 kuesioner.

Kedua klaster lingkungan keluarga dan pengasuhan alternatif sebanyak 76 kuesioner terdiri dari perkawinan anak 11 kuesioner, Lembaga konsultasi pengasuhan anak 12 kuesioner, Lembaga pengasuhan alternatif 15 kuesioner, PAUD – HI 9 kuesioner dan sarpras ruang publik ramah anak 29 kuesioner.

Ketiga klaster kesehatan dasar dan kesejahteraan sebanyak 101 kuesioner terdiri dari persalinan di FASKES 12 kuesioner, prevalensi status gizi balita 13 kuesioner, cakupan pemberian makanan tambahan 16 kuesioner, FASKES ramah anak 12 kuesioner, rumah tangga dengan akses PDAM dan sanitasi layak 15 kuesioner dan kawasan tanpa rokok 23 kuesioner.

Keempat, klaster Pendidikan, pemanfaatan waktu luang dan kegiatan budaya dengan rincian kuesioner persentase wajib belajar 12 tahun 14 kuesioner, persentase sekolah ramah anak 23 kuesioner, fasilitasi kegiatan budaya, kreatifitas ramah anak 14 kuesioner,

Kelima klaster perlindungan khusus dengan rincian Perda/kebijakan upaya pencegahan, penyedia layanan 16 kuesioner, situasi darurat dan pornografi 33 kuesioner, ABH 18 kuesioner, anak disabilitas 10 kuesioner, perlindungan anak dari penelantaran 24 kuesioner, KELANA 17 kuesioner dan DEKELA 17 kuesioner.