SOSIALISASI HASIL ANALISIS MASALAH PENYEBAB STUNTING DI KAB. DEMAK

Pada tanggal 10 Juli 2019 bertempat di Ballroom Hotel Amantis, Pemerintah Kabupaten Demak bekerjasama dengan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro Semarang melaksanakan Sosialisasi hasil Analisis Masalah Penyebab Stunting di Kabupaten Demak yang merupakan kegiatan lanjutan dari Workshop Analisis  Penyebab Stunting pada tanggal  3 Juli 2019.  Kegiatan Sosialisasi dihadiri oleh Perangkat daerah yang tergabung dalam Tim Rencana Aksi daerah Penanggulangan Stunting Kabupaten Demak Tahun 2019-2021, Camat, Kepala Desa dan Ketua BPD dari 10 desa lokus stunting.

Kegiatan sosialisasi dibuka oleh Plt. Asisten III Sekda Kabupaten Demak Hadi Waluyo, SH, M.Pd, dalam sambutannya mengatakan bahwa dampak stunting dapat menyebabkan gangguan perkembangan otak atau kecerdasan manusia, oleh karena itu  untuk menyiapkan generasi penerus yang sehat dan cerdas, stunting perlu dicegah.

Plt. Asisten III Sekda Kabupaten Demak Hadi Waluyo, SH, M.Pd saat membuka Sosialisasi hasil Analisis Masalah Penyebab Stunting di Kabupaten Demak.

Stunting dapat dicegah melalui fokus pada masa seribu hari pertama kehidupan (1000 HPK) terhitung sejak bayi dalam kandungan sampai dengan umur 2 tahun. Masa 1000 HPK disebut juga dengan generasi emas (Golden Ages) karena pada periode ini terjadi pertumbuhan otak yang sangat pesat yang mendukung seluruh proses pertumbuhan anak dengan sempurna. Kekurangan gizi pada periode ini tidak dapat diperbaiki di masa pertumbuhan selanjutnya.

Bertindak selaku pembicara pada kegiatan sosialisasi ini adalah dr. Martha Irene Kartasurya, M.Sc, Phd ari FKM Undip Semarang yang memaparkan hasil analisis penyebab stunting di Kabupaten Demak terdapat beberapa factor, yaitu factor Sosial budaya/perilaku di masyarakat, Kebijakan dari Pemerintah, Faktor Infrastruktur/lingkungan, factor Pelayanan Kesehatan, Faktor Kondisi gizi dan penyakit serta factor asupan makan.

Untuk mengatasi stunting di Kabupaten Demak dibutuhkan kerjasama yang sinergis dan komprehensif dari seluruh pemangku kepentingan, sehingga penanganan stunting betul-betul bisa terarah dan tepat sasaran.

Kegiatan sosialisasi ditutup oleh Kepala Bappeda Litbang Kabupaten Demak selaku Ketua Tim Rencana Aksi Daerah penanggulangan Stunting Tahun 2019-2021, dalam sambutannya mengatakan bahwa 10 desa lokus stunting di Kabupaten Demak akan diintervensi dengan APBD Kabupaten Demak, APBDes maupun sumber-sumber lain yang sah sehingga stunting di 10 desa tersebut bisa tuntas pada tahun 2021.